Begini Cara Membuat Surat Perjanjian yang Benar!

Dalam hubungan antar individu ataupun hubungan bisnis tentu kita pernah membuat surat perjanjian atau paling tidak pernah melihat surat perjanjian.

Surat ini digunakan untuk mengesahkan sebuah kesepakatan yang sifatnya serius antara dua belah pihak, misalnya dalam hal jual beli, pinjam-meminjam ataupun saat sewa-menyewa.

Surat perjanjian merupakan salah satu dokumen penting yang sangat perlu untuk Anda ketahui dan pelajari cara pembuatannya, khususnya bagi Anda yang berprofesi sebagai pebisnis.

Dengan membuat surat perjanjian untuk setiap kesepakatan bisnis yang Anda lakukan, maka di kemudian hari jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Anda akan punya pegangan yang kuat untuk menyelesaikan setiap permasalahan hingga ke jalur hukum.

Apa itu surat perjanjian dan seperti apa contoh surat perjanjian? Selengkapnya akan Anda ketahui dengan membaca uraian di bawah ini.

Apa Itu Surat Perjanjian?

Sebelum melihat contoh surat perjanjian, perlu kiranya Anda ketahui dulu pengertian dari surat perjanjian itu sendiri.

Surat perjanjian adalah surat resmi yang di dalamnya berisi butir-butir kesepakatan antara dua belah pihak yang telah bersepakat untuk sama-sama melakukan suatu urusan. Di dalamnya juga terdapat kewajiban dan hak kedua belah pihak yang sifatnya mengikat dalam hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Surat perjanjian ini ada dua jenis. Yang pertama adalah surat perjanjian yang disebut sebagai surat perjanjian autentik yang mana untuk jenis ini, surat perjanjian yang dibuat haruslah diketahui atau disaksikan oleh saksi dari unsur pejabat pemerintahan.

Baca juga: Contoh Surat Lamaran Kerja

Sedangkan jenis kedua yang dinamai surat perjanjian di bawah tangan, proses pembuatan sampai pengesahannya tidak memerlukan saksi dari pejabat pemerintahan. Kalaupun diperlukan saksi, maka saksinya cukup dari kalangan orang biasa atau keluarga saja.

Struktur Surat Perjanjian

Secara umum struktur surat perjanjian memiliki perbedaan dengan struktur surat resmi yang lain misalnya surat penawaran, surat pernyataan, ataupun surat keterangan. Perbedaan yang paling kentara adalah pada surat perjanjian tidak terdapat bagian perihal, alamat surat, dan salam pembuka.

Lebih lengkapnya, berikut ini struktur atau kerangka umum surat perjanjian:

1. Judul Surat Perjanjian

Judul surat perjanjian akan bergantung pada tujuan pembuatan surat perjanjian itu sendiri. Misalnya jika Anda hendak membuat surat perjanjian untuk kesepakatan jual beli tanah, maka Anda bisa membuat judul yang berbunyi: Surat perjanjian jual beli tanah.

2. Data Pribadi Dua Pihak Yang Bersepakat

Bagian ini berisi data pribadi kedua pihak yang akan melakukan perjanjian. Data pribadi yang dimaksud misalnya nama, NIK, alamat, pekerjaan, hingga nomor telepon.

Sebelum menuliskan data pribadi, bagian ini biasanya diawali dengan paragraf pernyataan bahwa pada hari dan tangga sekian di suatu tempat, kedua pihak yang datanya tercantum di bawah telah bersepakat mengadakan sebuah perjanjian untuk suatu urusan.

3. Pasal-pasal atau Rincian Kesepakatan

Bagian ini diisi dengan rincian perjanjian yang disepakati bersama oleh kedua belah pihak. Tidak ada aturan baku mengenai isi dari bagian ini karena isinya bisa saja berbeda tergantung pada urusan apa yang menjadi dasar pembuatan surat perjanjian.

Misalnya jika surat perjanjian dibuat untuk keperluan utang-piutang, maka isinya bisa berupa pernyataan jumlah barang atau uang yang dipinjam pihak peminjam, batas tanggal pembayaran pinjaman, dan pernyataan bahwa ada barang jaminan yang diberikat pihak peminjam kepada pihak pemberi pinjaman.

Pada contoh surat perjanjian di bawah Anda nantinya akan menemukan berbagai variasi pernyataan yang bisa diisikan pada bagian rincian kesepakatan ini.

4. Penutup Surat Perjanjian

Berisi paragraf penutup untuk mengakhiri bagian rincian kesepakatan.

5. Tanggal Surat

Diisi dengan tanggal berapa dan di mana tempat surat perjanjian tersebut dibuat.

6. Nama Terang dan Tanda Tangan Kedua Belah Pihak Serta Saksi-saksi

Ini adalah unsur terakhir surat perjanjian yang diisi dengan nama terang dan tanda tangan kedua belak pihak beserta saksi. Untuk menguatkan status surat perjanjian di hadapan hukum, bagian ini juga perlu diberi materai 6000.

Anda mungkin mencari: Contoh Surat Pemberitahuan

Cara Membuat Surat Perjanjian

Tidak sulit sebenarnya membuat surat perjanjian. Apalagi di atas sudah kami tuliskan kerangka atau struktur umum surat perjanjian. Berpedoman pada struktur tersebut, Anda bisa membuat surat perjanjian untuk keperluan apapun dengan langkah-langkah berikut ini:

1. Silahkan tuliskan judul surat perjanjian sesuai dengan urusan apa yang akan Anda buatkan perjanjiannya. Misalnya untuk urusan sewa-menyewa, maka judul yang relevan adalah “surat perjanjian penyewaan barang”.

2. Kemudian silahkan tulis dengan teliti data pribadi kedua pihak yang akan mengadakan perjanjian. Sebelum menulis data diri ini, awali dengan paragraf atau kalimat pembuka misalnya seperti ini:

Hari ini, Jum’at, 26 Juli 2019, kami yang bertanda tangan di bawah ini bersepakat untuk mengadakan perjanjian sewa-menyewa barang:
[data diri pihak pertama]
[data diri pihak kedua]

3. Selanjutnya silahkan isi apa saja rincian perjanjian yang disepakati oleh kedua pihak yang membuat perjanjian.

4. Akhiri bagian rincian perjanjian dengan beberapa kalimat penutup.

5. Tuliskan tempat dan tanggal pembuatan surat perjanjian.

6. Terakhir silahkan tuliskan dengan teliti nama-nama pembuat perjanjian beserta para saksi jika perlu. Agar surat perjanjian bisa dipertanggungjawabkan, jangan lupa menempelkan materai 6000 dan dibubuhkan tanda tangan pembuat perjanjian.

Contoh Surat Perjanjian

Agar Anda lebih jelas mengenai cara membuat surat perjanjian ini, berikut beberapa contoh surat perjanjian yang kami lansir dari berbagai sumber dan bisa digunakan untuk berbagai urusan.

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama

Contoh Surat Perjanjian Hutang

Contoh Surat Perjanjian Hutang

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli

Lihat juga: Contoh Surat Izin

Contoh Surat Perjanjian Kerja

Contoh Surat Perjanjian Kerja

Contoh Surat Perjanjian Kontrak Rumah

Contoh Surat Perjanjian Kontrak Rumah

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Contoh Surat Perjanjian Kesepakatan

Contoh Surat Perjanjian Kesepakatan

Contoh Surat Pernyataan Perjanjian Pertanggungjawaban

Contoh Surat Pernyataan Perjanjian Pertanggungjawaban 1

Contoh Surat Perjanjian Kontrak Kerja

Contoh Surat Perjanjian Kontrak Kerja

Contoh Surat Perjanjian Kerja Karyawan Tetap

Contoh Surat Perjanjian Kerja Karyawan Tetap

Contoh Surat Perjanjian Pribadi

Contoh Surat Perjanjian Pribadi

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Antar Instansi Pemerintah

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Antar Instansi Pemerintah

Contoh Surat Perjanjian Pinjaman Uang Tanpa Jaminan

Contoh Surat Perjanjian Pinjaman Uang Tanpa Jaminan

Contoh Surat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu

Contoh Surat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu

Contoh Surat Perjanjian Peminjaman Uang

Contoh Surat Perjanjian Peminjaman Uang

Contoh Surat Perjanjian Penahanan Ijazah

Contoh Surat Perjanjian Penahanan Ijazah

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah Dengan Uang Muka

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah Dengan Uang Muka

Contoh Surat Perjanjian Damai

Contoh Surat Perjanjian Damai

Contoh Surat Perjanjian Sekolah

Contoh Surat Perjanjian Sekolah

Contoh Surat Perjanjian Suami Istri

Contoh Surat Perjanjian Suami Istri

Surat perjanjian sangat penting agar kedua pihak yang memiliki kaitan kerjasama dalam urusan bisnis atau urusan lainnya bisa tenang dan mempunyai dasar untuk mengambil tindakan hukum apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Dan setelah membaca artikel ini, kami harap anda kini sudah bisa membuat surat perjanjian yang baik dan benar untuk diri pribadi ataupun orang lain dalam berbagai urusan.