Cara Investasi Sukuk Syariah, Prosedur dan Mekanismenya

Haaai. Senang sekali rasanya saya bisa berbagi informasi yang semoga bisa bermanfaat untuk kamu yang membacanya. Dan, topik utama pada pembahasan kita kali ini adalah cara investasi sukuk syariah.

Jika kamu penasaran bagaimana informasi selengkapnya, simak baik-baik dan baca sampai selesai ya.

Sekilas Tentang Investasi Sukuk Syariah

Sebelum kita bahas panjang lebar mengenai cara investasi sukuk syariah, alangkah baiknya jika kita mengenal terlebih dahulu sekilas tentang investasi sukuk syariah tersebut. Sekarang masyarakat di Indonesia sudah punya tingkat kesadaran yang tinggi untuk berinvestasi, dan mulai menjadi semacam adat bagi sebagian besar masyarakat di negara Indonesia.

Melakukan investasi ini penting karena merupakan bagian dari perencanaan manajemen ekonomi untuk masa yang akan datang.

cara investasi sukuk syariah 2

Terkhusus untuk kamu yang beragama muslim, ada arahan untuk mempersiapkan  kebutuhan masa depan dengan persiapan dana mulai dari sekarang. Salah satunya, kamu bisa lakukan cara investasi tersebut. Ada banyak sekali penawaran investasi yang bisa kamu jadikan pilihan, namun  hal yang harus diperhatikan adalah investasi yang kamu lakukan tersebut harus sesuai dengan tuntunan syar’i.

Sadar, tidak sadar, setiap transaksi keuangan misalnya saja investasi, tidak jarang mengandung hal yang bertentangan dengan ajaran Islam. Nah, inilah mengapa banyak lembaga perbankan yang belakangan ini juga mengeluarkan produk investasi bergenre syariah sebagai alternatif lain.

Penawaran dari  bank bergenre syariah  bukan lah bertentangan dengan apa yang ditawarkan oleh konvensional, namun lebih bermaksud sebagai salah satu upaya untuk menciptakan alternatif layanan bagi dunia perbankan khususnya bagi masyarakat yang ingin transaksinya sesuai dengan syariah Islam.

Lalu bagaimana dengan investasi?

Produk investasi pun  juga sudah banyak yang bergenre syari’ah. Mungkin kamu pernah mendengar atau tahu dengan istilah obligasi yang merupakan investasi dalam bentuk surat berharga yang dikeluarkan oleh pemerintah atau perusahaan yang ingin menerbitkan surat tersebut. Nah sekarang, obligasi semacam ini punya alternatif syari’ahnya juga, yang dinamai Sukuk.

Simak:  7 Tips Investasi Reksadana Mandiri Untuk Mahasiswa

Secara definisi, obligasi dapat diartikan sebagai surat pengakuan hutang yang sah dan biasanya diterbitkan oleh pemerintah kepada  perorangan. Obligasi bisa menjadi salah satu opsi investasi yang dapat dipegang oleh siapapun asalkan memenuhi syarat dan ketentuan seperti yang diajukan pemerintah.

Obligasi atau Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dieksekusi dalam satuan seri, salah satunya adalah ORI Kesepuluh disingkat ORIO10.

Sedikit tambahan informasi untuk kamu yang ingin memulai investasi sukuk syariah, ORI terbit pertama kali pada kisaran tahun 2006. Setiap penerbitan ORI diikuti juga dengan perubahan tenor dan juga bunga yang dikasih. Untuk seri ORI yang terakhir, tenor yang dikeluarkan adalah tiga tahun dengan suku bunga kisaran 8,5%.

Dalam konteks syariah, ada opsi obligasi dengan nama Sukuk. Penerbitan ORI dan Sukuk, kepanjangannya Sukuk Ritel (SR) biasanya beriringan. Jika ORI yang diterbitkan adalah seri kesepuluh, sukuk yang terakhir diterbitkan adalah seri 005.

Berdasar dari yang valid, semenjak tahun 2009, setiap Sukuk yang diterbitkan memiliki tenor masing-masing untuk setiap tiga tahun.

Lain halnya dengan obligasi konvensional, Sukuk Ritel yang diterbitkan sudah terkontrol dibawah fatwa MUI atau Majelis Ulama Indonesia dengan kendali Dewan Syariah Nasional. Dengan demikian, sudut pandang mengenai sukuk yang diterbitkan jelas bisa dipertanggungjawabkan secara Syariah.

Nah, bedanya antara Sukuk Ritel dengan Obligasi Konvensional terletak pada pelaksanaannya. Sukuk lebih fokus pada sifat investasi tersebut yang dianggap sebagai sertifikat kepemilikan atau penyertaan.

Tentunya hal ini berarti bahwa secara fisik, pemegang Sukuk punya hak atas barang kepunyaan negara berupa aset seperti bangunan infrastruktur kepunyaan negara atau tanah yang dikuasai oleh negara. Tentunya itu sangat berbeda dengan Obligasi Konvensional (ORI) yang berwujud surat pengakuan hutang.

Simak:  Mengapa Harus Berinvestasi di Pasar Modal? Simak Kelebihan dan Prospeknya

Sisi lain yang menjadi perbedaan antara Sukuk dengan Obligasi Konvensional adalah dari segi pendapatannya. Jika Obligasi mendapatkan bunga atau kupon,  Sukuk Ritel malah mendapatkan hasil pembagian dari hak atas sertifikat yang dipegangnya. Secara syariah, tentunya hal itu sama sekali tidak menyalahi ketetapan dalam Hukum Jual Beli yang berlandaskan Islam.

Berinvestasi sukuk

cara investasi sukuk syariah

Cara investasi sukuk syariah tidaklah sulit. Karena sama halnya dengan Obligasi Konvensional atau ORI, Sukuk Ritel juga dapat diartikan sebagai surat berharga yang resmi dan diterbitkan oleh negara.

Hanya saja karena berlandaskan hukum syar’i (Syariah) Sukuk disebut juga sebagai Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN.

Lalu bagaimana cara untuk mendapatkan Sukuk Ritel ini? Siapa sajakah yang boleh mendapatkannya? Karena Sukuk merupakan surat berharga negara, hal-hal yang terkait dengan aturan serta mekanisme bisa dipastikan berlaku surut jika ingin mendapatkan Sukuk.

Secara sederhana, ada dua cara untuk mendapatkan Sukuk Ritel yakni melalui mekanisme pasar perdana atau melalui mekanisme pasar sekunder.

Mekanisme Pasar Perdana

Disebut dengan mekanisme pasar perdana karena opsi ini membeli langsung pada agen yang dinyatakan resmi oleh negara untuk melakukan jual beli Sukuk Ritel. Dengan mekanisme ini, syarat yang perlu dilengkapi cukup sederhana, pertama jelas harus menghubungi Agen penjualan Sukuk Ritel yang telah dinyatakan oleh negara.

Selanjutnya, kamu bisa melakukan pengisian formulir seperti yang  disediakan oleh pihak Agen Penjual Sukuk Ritel (SR). Melengkapi persyaratan terkait data diri dan kependudukan seperti misalnya KTP serta hal lain sebagaimana yang diminta dan diperlukan oleh pihak keagenan.

Simak:  Referensi Aneka Investasi Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Proses berikutnya adalah mekanisme keuangan murni seperti melakukan transfer dana sesuai dengan jumlah yang sudah kamu tentukan, penerimaan tanda bukti kepemilikan serta juga melakukan pengambilan sisa dana yang ditransfer apabila jumlah Sukuk yang diterbitkan oleh pihak pemerintah tidak mencukupi seperti jumlah dana yang diberikan, menerima penjatahan.

Selanjutnya kamu hanya tinggal menunggu proses investasi bergulir sebagaimana tenor yang diajukan oleh pihak pemerintah.

cara investasi sukuk syariah 3

Mekanisme Pasar Sekunder

Jika kamu menempuh proses yang kedua ini, maka pembelian akan dilakukan melalui mekanisme seperti yang ada dalam proses pembelian obligasi yakni melalui mekanisme bursa atau perbankan.

Prosesnya memakan waktu kurang lebih 2 minggu hingga pihak pembeli Sukuk mendapatkan Surat Konfirmasi Kepemilikan Sukuk Ritel yang dikeluarkan oleh pihak bursa atau bank umum sesuai dengan mekanisme sekunder yang disepakati.

Jika kita lihat dari prosesnya, sudah jelas Sukuk sama dengan obligasi, yang aman dan bisa memberi keuntungan dari. Namun untuk memahami cara penggunaannya, ada beberapa perbedaan dalam beberapa hal yang harus diperhatikan supaya kamu tidak mendapatkan efek negatif dari investasi yang sedang berlangsung.

Nah seperti itulah informasi mengenai cara investasi sukuk syariah. Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat untuk kamu yang membaca. Yang jelas kamu punya pilihan untuk investasi sukuk syariah atau tidak. Karena jika kamu ragu dengan hukum pada investasi sukuk syariah ini, kamu pun boleh tidak mengikutinya. Dan informasi mengenai cara investasi sukuk syariah ini bertujuan untuk membantu orang-orang yang membutuhkannya. Oke, jangan lupa share informasi ini ke teman-teman mu yang lain ya. Semoga informasi ini berguna!

Share artikel ini!
Simak juga artikel berikut ini:

Leave a Comment